Social WEB


Breaking News

About

Random Post

Recent Comments

Ads

Selasa, 04 Oktober 2016

Pekan Batik Nusantara 2016 di Kota Pekalongan

Pemerintah Kota Pekalongan membuka Pekan Batik Nusantara 2016 (PBN) di GOR Jetayu, pukul 10.00, Selasa (4/10/2016). Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Puspayoga, membuka secara resmi kegiatan yang akan digelar satu pekan tersebut.




4 Oktober 2016
  1. Pembukaan PBN di GOR Jetayu, pukul 10.00.
  2. Fashion Show 'Mahakarya Batik Pekalongan', di Museum Batik Pekalongan, 19.30.

5 Oktober 2016
  1. Seminar Smart and Creative Business Menuju Smart and Creative City di Hotel Dafam, 09.00.
  2. Pagelaran wayang kulit dalam lakon 'Sesaji Raja Soya', di Lapangan Jetayu, 19.30.
  3. Seminar nasional mendidik anak tanpa batas 'membangun karakter bangsa melalui cerita', Djunid Convention Center, 09.00.

6 Oktober 2016
  1. Seminar Nasional 'Melindungi dan Mengokohkan Batik di Pentas Dunia', Ruang Amarta Pemkot Pekalongan, 08.00
  2. Pemecahan rekor MURI, '2016 Pendongeng' di Lapangan Mataram 08.00

7 Oktober 2016
  1. Talkshow Netizen Batik 'Batik di Era Masa Kini' di MuseumBatikPekalongan, 19.30.

8 Oktober 2016
  1. Arak-arakan Batik (Pekalongan Batik Carnival), di kawasan budaya jetayu, 14.00-18.00.

9 Oktober 2016
  1. Theatrical Batik On The Street, di kawasan budaya Jetayu, 19.30

PAMERAN

Pameran Batik Nusantara, 4-9 Oktober 2016 di GOR Jetayu.
Festival Kuliner Nusantara, 4-9 Oktober 2016 di kawasan budaya Jetayu.
Pameran Gebyar Inovasi Pendidikan, 4-9 Oktober 2016 di rumah dinas Bakorwil III
Pagelaran Seni dan Budaya, 6-8 Oktober 2016, di Lapangan Jetayu.


sumber : Tribun Jateng
Read more ...

Rabu, 02 Juli 2014

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KOTA PEKALONGAN

Sebagai kurikulum yang disempurnakan, Kurikulum 2013 niscaya belum dipahami oleh masyarakat luas, termasuk oleh guru sekolah dasar/sekolah menengah pertama/sekolah mnengah atas/sekolah menengah kejuruan (SD/SMP/SMA/SMK). Kurikulum tersebut juga belum dilengkapi dengan berbagai perangkat pendukung pembelajaran, seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, sistem penilaian dan sejenisnya. Hal demikian mengisyaratkan mengenai penting dan perlunya bimbingan teknis (bimtek) implementasi kurikulum 2013, khususnya untuk guru dan kepala sekolah SD/SMP/SMA/SMK di tanah air.

Kurikulum tahun 2013 adalah rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat, beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis,dan bertanggung jawab yang mulai dioperasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 secara bertahap.

Mata pelajaran SD dalam kurikulum SD tahun 2013 adalah mata pelajaran yang terakomodasi dalam Kurikulum SD Tahun 2013 yaitu mata pelajaran:(a) Pendidikan Agama; (b) Pendidikan Kewarganegaraan; (c) Bahasa Indonesia, (d) Matematika (e) Pendidikan Seni dan Budaya dan Prakarya; (f) Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.

Pada tanggal 23 sampai dengan 27 Juni 2014, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan bersama LPMP dan BKD mengadakan workshop kurikulum 2013 yang diadakan di 2 tempat, yaitu SD Negeri Keputran 04 dan SD Negeri Panjang Wetan 01. Salah satu oleh-oleh dari workshop tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Rasional dan elemen perubahan kurikulum 2013
  2. SKL, KI, KD dan Implementasi Kurikulum 2013
  3. Pendekatan pembelajaran tematik
  4. Analisis Buku Guru - Buku Siswa
  5. Penerapan pendidikan saintifik dalam tematik
  6. Percancangan penilaian autentik dalam tematik
  7. Pelaporan hasil penilaian
  8. AnalisisVideo Pembelajaran
  9. Penyusunan RPP
  10. Peer Teaching
Semua materi di atas dapat di download dengan klik tulisan di bawah ini :


Jangan lupa ya..beri komentar.
Read more ...

Jumat, 13 Juni 2014

Download RPP Kurikulum 2013 SD Terbaru & Terlengkap di Sini

Download RPP Kurikulum 2013 SD terbaru bisa dilakukan di bagian akhir ulasan ini. Berikut sekilas informasi tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan implementasi Kurikulum 2013.

Contoh RPP Kurikulum 2013 SD baik dibuat oleh lembaga resmi maupun perseorangan sedianya memang bisa diperoleh dengan mudah. Namun seyogianya guru seharusnya mampu untuk menyusunnya sendiri.

RPP adalah implemenyasi dari Silabus sebagai program pengajaran. Sedangkan penerapan Kurikulum 2013 sendiri menyebabkan berubahnya Kompetensi Dasar (KD) serta metode pembelajaran yang memakai metode tematik integratif.

Materi yang dipelajari dalam Kurikulum 2013 berkaitan dengan sebuah tema yakni sistem mata pelajaran yang tidak begitu terlihat. RPP Kurikulum 2013 memuat sejumlah hal yang ingin dicapai dalam penguasaan KD dan dalam Kurukulum 2013 penyusunan RPP adalah kewajiban penuh guru.

Kurikulum 2013 sendiri efektif diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014. Perubahan ini disertai dengan perubahan KD serta metode dalam penyusunan RPP. Sedangkan Silabus 2013 dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

RPP Kurikulum 2013 tersemat sejumlah hal langsung yang terkait dengan aktivitas pembelajaran siswa dalam pencapaian penguasaan KD. Karena belum banyaknya pelatihan yang dilakukan oleh Kemdikbud bagi guru-guru dalam penerapan Kurikulum ini termasuk dalam penyusunan RPP maka tidak sedikit dari mereka yang alami kesulitan.

Dan berikut disajikan sejumlah contoh RPP Kurikulum 2013 SD terbaru yang bisa diunduh:
Read more ...

PENGUMUMAN HASIL UN SMP 2014: 2.335 Siswa Tidak Lulus, Tingkat Kelulusan 99,94%


Kabar24.com, JAKARTA – Pengumuman hasil UN SMP 2014 akan dilakukan Sabtu, 14 Juni. Sebanyak 2.335 siswa dinyatakan tidak lulus.
Dalam kicauannya lewat akun Twitter @Kemdikbud_RI dinyatakan usebanyak 3.773.372 siswa mejadi peserta UN SMP. Dari jumlah itu, 2.335 siswa atau 0,06% persen dinyatakan tidak lulus.
  • Semua provinsi nilai bahasa Inggris tahun ini lebih tinggi dr thn lalu. Semakin hebat. #UNSMP 2013/2014
  • 5.568 sekolah nilai UNnya lebih tinggi dr nilai sekolah. Standar sekolah lebih tinggi, nilainya tidak obralan. #UNSMP 2013/2014
  • Distribusi nilai akhir: rata-rata 7,19. rata-rata nilai UN 6,52. rata-rata nilai ujian sekolah 8,17. #UNSMP 2013/2014
  • Sekolah yang 100% siswanya lulus 97,49% tidak lulus 2,51% #UNSMP 2013/2014
  • Dari 3.773.372 peserta UN SMP 2013/2014 lulus 3.771.037 (99,94%) tdk lulus 2.335 (0,06%). Kelulusan naik dr thn lalu 99,56%.
Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP yang berlangsung pada 5-8 Mei 2014  akan dilakukan 14 Juni. Proses pemindaian lembar jawaban UN SMP telah rampung tepat sesuai target, yaitu 9 Juni 2014. Selain itu, pengecekan atau verifikasi data dan proses penilaian UN SMP juga telah selesai.
"Secara nasional pemindaian LJUN SMP sudah selesai semua dan telah diproses dan dinilai di Puspendik," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam, di Jakarta, (9/06/2014), seperti dilansir www.kemdikbud.go.id.

Nizam mengakui masih ada sekolah di beberapa kabupaten yang masih dalam tahap verifikasi karena kurang data, seperti nilai sekolah yang belum lengkap. Namun ia menjamin, hal itu tidak sampai menghambat jadwal pengumuman hasil UN SMP. Ia mengatakan, pengumuman UN SMP 2014 akan dilakukan tepat waktu sesuai prosedur operasional standar (POS) UN, yaitu pada tanggal 14 Juni 2014.

Proses pemindaian LJUN SMP dilakukan berbeda dengan pemindaian LJUN SMA/SMK. LJUN SMA/SMK dilakukan oleh perguruan tinggi negeri yang telah ditunjuk di masing-masing provinsi. Pemindaian LJUN SMP dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi yang kemudian mengirimkan hasil pemindaiannya ke Puspendik Kemdikbud.

"Kecuali beberapa sekolah Indonesia di luar negeri ada yang dikirim langsung ke Puspendik untuk dipindai," kata Nizam. 

Bagi adik-adik SMP yang bersekolah di DKI Jakarta atau orang tuanya, silakan coba mengakses laman www.simdik.info pada hari itu. Tahun lalu, pengumuman hasil UN SMP dan sederajat di DKI Jakarta juga dipajang di laman www.simdik.info. Jadi silakan dicoba ya. (Kabar24.com)
Read more ...

PENGUMUMAN HASIL UN SMP 2014: Muhammad Iqbal Ardiansyah, Peraih Nilai Tertinggi di Jawa Barat

Kabar24.com, JAKARTA – Pengumuman hasil UN SMP 2014 baru dilakukan Sabtu, 14 Juni 2014. Namun, Kemendikbud sudah melansir secara umum data kelulusan dan siswa peraih nilai tertinggi per provinsi. Di Jawa Barat peraih nilai tertinggi adalah Muhammad Iqbal Ardiansyah.

Muhammad Iqbal Ardiansyah adalah murid SMP Negeri 2 Bandung. Dia disebutkan meraih nilai 39,20 pada pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP sederajat yang dilakukan oleh Kemendikbud.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini Kemendikbud merilis pengumuman hasil UN SMP 2014 dan peraih nilai tertinggi per provinsi peringkat di 35 provinsi.  Sebelum ini, peraih nilai tertinggi adalah untuk tingkat nasional.

Pengumuman hasil UN SMP 2014 akan dilakukan Sabtu, 14 Juni. Sebanyak 2.335 siswa dinyatakan tidak lulus.

Dalam kicauannya lewat akun Twitter @Kemdikbud_RI dinyatakan usebanyak 3.773.372 siswa mejadi peserta UN SMP. Dari jumlah itu, 2.335 siswa atau 0,06% persen dinyatakan tidak lulus.
  • Semua provinsi nilai bahasa Inggris tahun ini lebih tinggi dr thn lalu. Semakin hebat. #UNSMP 2013/2014
  • 5.568 sekolah nilai UNnya lebih tinggi dr nilai sekolah. Standar sekolah lebih tinggi, nilainya tidak obralan. #UNSMP 2013/2014
  • Distribusi nilai akhir: rata-rata 7,19. rata-rata nilai UN 6,52. rata-rata nilai ujian sekolah 8,17. #UNSMP 2013/2014
  • Sekolah yang 100% siswanya lulus 97,49% tidak lulus 2,51% #UNSMP 2013/2014
  • Dari 3.773.372 peserta UN SMP 2013/2014 lulus 3.771.037 (99,94%) tdk lulus 2.335 (0,06%). Kelulusan naik dr thn lalu 99,56% (Kabar24.com)
Read more ...

Pengenalan Variasi Model Pembelajaran Bidang MIPA dan Bahasa

Pengenalan Variasi Model Pembelajaran Bidang MIPA dan Bahasa /
Oleh Das Salirawati, M.Si /  

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kebutuhan primer pada saat ini, apalagi sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya pendidikan dalam menata masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha memajukan bidang pendi-dikan, disamping bidang yang lain dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas serta berusaha mengejar kemajuan negara lain.

Satu dari sekian banyak masalah di era global yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah di bidang pendidikan. Masalah yang belum teratasi pada saat ini terutama masalah yang berhubungan dengan kualitas hasil pendidikan (Suyanto, 2007). Adanya kebijakan sertifikasi guru adalah salah satu upaya nyata Pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru agar guru sebagai aktor utama dalam pendidikan umumnya dan pembelajaran khususnya dapat meningkatkan kompetensinya.
Seorang guru penting untuk menciptakan paradigma baru untuk menghasilkan praktik terbaik dalam proses pembelajaran (Carolin Rekar Munro, 2005). Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan kurikulum dan terjadi pergeseran tuntutan hasil pendidikan yang berkaitan dengan tuntutan pasar kerja, maka gurulah yang harus berperan mewujudkan harapan itu. Guru harus selalu mengembangkan diri, baik yang berkaitan dengan kompe-tensi bidang studi maupun pedagogik, termasuk penggunaan internet dalam mencari informasi terkini (Kok Siang Tang, Ngoh Khang Goh, & Lian Sai Chia, 2006).

Ronald Brandt (1993) menyatakan bahwa hampir semua usaha reformasi dalam pendidikan, seperti pembaharuan kurikulum dan penerapan metode pembelajaran baru akhirnya tergantung kepada guru. Tanpa guru yang mampu menguasai bahan ajar dan strategi belajar-mengajar, maka segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang optimal. Hal ini berarti seorang guru tidak hanya diharapkan mampu menguasai bidang ilmu yang diajarkan, tetapi juga menguasai strategi belajar-mengajar.
Saat ini dunia pendidikan telah banyak menghasilkan berbagai macam inovasi dan menghadirkan strategi/model pembelajaran. Hal ini semata-mata sebagai upaya mengga-irahan minat belajar peserta didik, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Oleh karena itu sudah saatnya guru mengetahui model-model pembela-jaran, baik jenisnya maupun cara penerapannya.

KONDISI PENDIDIKAN KITA SAAT INI    
Seiring dengan kemajuan di bidang pendidikan, maka secara perlahan-lahan telah terjadi perubahan paradigma pendidikan, seperti perubahan dari teacher centered ke student centered; diterimanya pendekatan, metode, dan model pembelajaran baru yang inovatif; munculnya kesadaran bahwa informasi/pengetahuan dapat diakses lewat berba-gai cara dan media oleh peserta didik; teknologi pembelajaran berbasis teknologi infor-masi (TI) mulai diterapkan; orientasi pendidikan bukan hanya pada pengembangan sum-ber daya manusia (human resources development), tetapi juga pada pengembangan kapabilitas manusia (human capability development); diperkenalkannya e-learning; depen-dence ke independence; individual ke team work oriented; dan large group ke small class.
Namun demikian kita masih melihat adanya pembelajaran di sekolah-sekolah yang berpusat pada guru dimana guru masih aktif sebagai pemberi informasi dan mendominasi pembelajaran di kelas, sedangkan peserta didik pasif sebagai penerima informasi, meski-pun paradigma pendidikan yang baru sudah mengarahkan pada student centered. Selain itu pembelajaran masih menekankan pada hafalan dan drill-drill (latihan) yang kemung-kinan besar disebabkan banyaknya materi yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun peserta didik tidak lagi dianggap objek pembelajaran, tetapi kenyataannya materi pembelajaran masih sangat ditentukan oleh guru. Di sebagian besar sekolah, masih terlihat kurang mengoptimalkan pengembangan kapabilitas peserta didik, baik yang menyangkut cipta, rasa, dan karsa, serta peserta didik kurang memiliki kesempatan untuk berpikir kritis, logis, kreatif, dan inovatif.
Dengan kenyataan seperti itu, maka sudah saatnya bagi guru untuk mencoba mengembangkan profesionalismenya melalui pengembangan model-model pembelajaran yang benar-benar mampu mengaktifkan dan menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan sekaligus menyenangkan. Dengan demikian peserta didik akan merasakan kebermaknaan belajar bagi hidup dan kehidupannya dan akhirnya meaningful learning akan terwujud.

PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasi-kan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi, sebenarnya model pembela-jaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan atau strategi pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya.

Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menya-takan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model instruksional, mengelola kelas, berkomunikasi, merencanakan pembela-jaran, dan mengevaluasi. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkem-bangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya.

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SCL
Ada beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan pada saat ini yang berbasis pada Student Centered Learning (SCL). Model SCL sangat digemari karena berbagai alasan, diantaranya:
  1. diterimanya pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran;
  2. adanya pergeseran paradigma pengajaran ke pembelajaran;
  3. adanya pergeseran dari teacher oriented ke student oriented;
  4. adanya pergeseran dari orientasi hasil ke proses pembelajaran;
  5. diterimanya konsep pendidikan sepanjang hayat;
  6. diterimanya konsep multiple intelligence;
  7. semakin mudah dan murahnya akses informasi melalui jaringan dan perangkat TI;
  8. tersedianya buku-buku referensi yang mudah diperoleh. .
Perlu diingat bahwa sebaik apapun model pembelajaran tersebut secara teoretik, tetapi keberhasilannya dalam membantu menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi peserta didik sangat tergantung pada kepiawaian guru dalam menerapkannya. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa keunggulan pembelajaran di Jepang terutama disebabkan oleh peranan guru yang mampu memilih strategi pembelajaran yang efektif termasuk di dalamnya memilih model pembelajaran (Aleks Masyunis, 2000). Guru memberikan warna dan nilai terhadap model yang diterapkan.

Berikut ini akan disajikan beberapa contoh model pembelajaran yang berbasis pada SCL. Contoh suatu model tidak harus ditiru 100% oleh guru, tetapi guru harus dapat memodifikasi sesuai dengan karakteristik peserta didik dan fasilitas yang tersedia di sekolah. Dengan demikian penerapan model pembelajaran tidak membatasi kreativitas guru dalam menjalankan tugasnya, tetapi tetap mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan yang digelutinya.

Berbicara mengenai proses pembelajaran di sekolah seringkali membuat kita kecewa, apalagi bila dikaitkan dengan pemahaman peserta didik terhadap materi ajar. Mengapa demikian? Ya, karena kenyataan menunjukkan banyak peserta didik mampu  menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, tetapi mereka tidak memahaminya. Sebagian peserta didik tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/ dimanfaatkan. Selain itu, peserta didik kesulitan memahami konsep yang diajarkan hanya dengan metode ceramah, apalagi jika konsep yang diajarkan sangat abstrak. Padahal mereka sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja.

Banyak pertanyaan muncul di diri guru yang berkeinginan untuk membantu masalah yang dihadapi peserta didiknya tersebut, seperti:
  1. Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu, sehingga semua peserta didik dapat menggunakan dan mengingatnya lebih lama konsep tersebut ?
  2. Bagaimana setiap bagian mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh ?
  3. Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan peserta didiknya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu, arti dari sesuatu, dan hubungan dari apa yang mereka pelajari ?
  4. Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari peserta didiknya, sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya ?.
Semua pertanyaan itu merupakan tantangan bagi guru untuk selalu berusaha dan berusaha agar dapat menemukan solusi yang paling tepat untuk mengatasinya. Penga-laman di negara lain menunjukkan bahwa minat dan prestasi peserta didik dalam bidang matematika, sains, dan bahasa meningkat secara drastis pada saat:
  1. Mereka dibantu untuk membangun keterkaitan antara informasi (pengetahuan) baru dengan pengalaman (pengetahuan lain) yang telah mereka miliki atau mereka kuasai.
  2. Mereka diajarkan bagaimana mereka mempelajari konsep, dan bagaimana konsep tersebut dapat digunakan di luar kelas.
  3. Mereka diperkenankan untuk bekerja secara bersama-sama (cooperative).
 info lebih lanjut baca klik disini
Read more ...
Designed By